Rabu Abu

download Rabu abu adalah awal masa Pra-Paskah dalam liturgi grejawi. Pada hari itu umat datang ke gereja dan dahinya diberi tanda salib dari abu hasil bakaran daun palma sebagai simbol pertobatan dan penyesalan atas dosa. Pemberian tanda tersebut disertai dengan ucapan “Bertobatlah dan percayalah pada injil”. Bagi orang Katolik berpuasa dan berpantang artinya adalah tanda pertobatan, penyangkalan diri, dan tanda mempersatukan sedikit pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai silih dosa kita dan demi mendoakan keselamatan dunia. Dalam sejarahnya Rabu Abu dikenal dengan nama Dies Cinerum. Dalam buku De Poenitentia tertulis bahwa pendosa yang bertobat haruslah hidup tetapi dengan “hidup tanpa bersenang-senang dengan mengenakan kain kabung dan abu” Sekitar abad kedelapan, mereka yang menghadapi ajal akan dibaringkan di tanah di atas kain kabung dan diperciki abu. Imam akan memberkati orang yang mendekati ajal itu dengan air suci sambil berkata “Ingat engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu.”. Setelah memercikan air suci imam akan bertanya “Puaskah engkau dengan kain kabung dan abu sebagai pernyataan tobatmu di hadapan Tuhan pada hari penghakiman?” yang mana akan dijawab oleh orang tersebut “Saya puas.”. Lalu pada abad ke-12 dikeluarkanlah sebuah aturan bahwa abu harus terbuat dari cabang dan daun palma dari Minggu Palma di tahun sebelumnya.

Dalam masa Pra-paskah ini umat Katolik yang berusia 18-60 tahun diwajibkan berpuasa mulai pada hari Rabu Abu sampai Jumat Agung dengan batasan makan kenyang sehari cukup sekali (tetap boleh makan 3 kali sehari), serta berpantang bagi usia genap 14 tahun ke atas dan dilaksanakan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat hingga Jumat Agung, biasanya memilih pantang daging, susu atau ikan dan tidak dibebani dosa bila melanggarnya. Tujuan umat Katolik untuk berpantang dan berpuasa merupakan Latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama, dan dengan menyatukan atau mendekatkan diri dengan Tuhan, maka kita diajak untuk mengambil bagian dalam karya penyelamatan dengan cara yang sederhana yaitu berdoa dan menyatukan pengorbanan kita denga pengorbanan Yesus di kayu salib atau kita dapat mendoakan keselamatan bagi orang terdekat ataupun orang jauh maupun musuh.

Christina Hega P. 7B-6 

Tuliskan komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s