Si Kecil dan Si Besar

21508-elliot-and-book-open-season-1280x800-cartoon-wallpaper

Suatu pagi yang cerah, sehari setelah musim dingin. Di dalam gua yang gelap dan lembab. Tinggalah seekor binatang buas, ia disebut Si Besar karena ia memiliki tubuh yang besar. Si Besar telah bangun dari tidurnya setelah tidurnya yang panjang saat musim dingin. Ia keluar dari gua tempat tinggalnya itu, menunjukan sosoknya yang bertubuh besar, berbulu, bertaring, dan cakarnya yang tajam. Dengan sosoknya yang seperti itu, bisa ditebak bahwa dirinya sama sekali tidak ramah, ganas, dan pemalas.

Dirinya yang telah tidur sangat lama, membuat dirinya begitu lapar. Ia hampir tidak makan selama musim dingin. Lalu dirinya memutuskan untuk pergi ke hutan demi mencari makan. Di dalam hutan itu, Ia kebingungan karena Ia sama sekali tidak melihat makanan. Beruang yang putus asa tersebut berteriak dengan keras di tengah hutan. Di kejauhan, ada seekor rusa cerdik yang bingung mendengar auman dari beruang tersebut. Dirinya yang selalu ingin tahu, tertarik untuk pergi ke arah suara itu. Ia berlari dengan tubuh kurus nan lincah serta bulu tipis berwarna kecoklatan.

Ketika Ia sudah sampai, Ia melihat sesosok beruang besar yang merupakan penyebab kebisingan tadi. Si Rusa bertanya, “Mengapa kau berteriak?”. Dengan kata-katanya tersebut, sudah pasti Si Rusa begitu ramah. Si Beruang menjawab dengan suara berat, “Aku kesal dan marah, siapa kau? Kenapa Rusa kurus sepertimu ada disini?”. Si Rusa menjawab, “Oh, namaku Stag, aku disini hanya karena mendengar suara auman”. Si Beruang terdiam sejenak lalu berfikir, “Memang Rusa itu kurus, tapi lumayan untuk mengganjal laparku”. Lalu Si Beruang mendekat kepada Rusa dan berkata, “Namaku Belias dan sejujurnya, sekarang aku sedang sangat lapar, jadi biarkan aku memakanmu!”. Setelah berkata demikian, Si Beruang Belias meloncat dan siap menerkam Stag.

Tiba-tiba saja ada seekor beruang mendorong Belias hingga jatuh. Belias marah dan berkata, “Hei! Siapa yang berani mendorongku?!”. Lalu seekor beruang dengan ciri-ciri yang sama dengan Belias berkata, “Ini aku Besias! Bukankah semua hewan di hutan ini milikku?”.

Hari telah siang, mereka bertengkar hebat. Si Rusa Stag bosan melihat mereka berkelahi dan berkata, “Bagaimana bila kalian beradu auman? Siapa yang paling keras dan lantanglah pemenangnya. Belias dan Besias pun setuju. Mereka beradu auman sampai sore hari. Pada akhirnya, Belias yang menang. Belias menoleh ke arah Rusa dan ternyata Rusa sudah hilang. Ia kebingungan dan baru sadar bahwa ia telah ke-asyikan beradu dengan Besias sehingga tidak mempedulikan Si Rusa. Akhirnya mereka luntang-lantung sambil kelaparan di tengah hutan.

Tino 7B/16

Tuliskan komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s