TERLAHIR KEMBALI

Angel

Termenung , terpaku adalah yang sering kulakukan. Kutakmengerti akan hal yang ada di dunia ini. Banyak hal yang selalu membuatku bingung, bahkan aku tak pernah sadar   akan orang lain lakukan di luar sana. Aku rasa, di luar sana akan sangat mengerikan ,dan orang-orang selalu bertingkah aneh dengan segala sesuatunya. Namaku Stephanie Young, berumur 16 tahun, tumbuh dan besar dari keluarga kaya raya. Debby Young dan Gregorius Young adalah orang yang kadang membuatku merasa bingung untuk hidup di dunia ini. Mereka adalah orang tuaku.

Agama? Itu apa? Kata agama itulah yang selalu membuatku penasaran. Banyak orang di luar sana yang membicarakan tentang agama , dan mereka mempunyai istilah doa , yang menurut mereka dapat memperbaiki hidup. Aku tak mengerti ini semua, bahkan aku benci dan muak dengan hal yang seperti ini.

Aku tahu tentang keadaan pribadiku yang selalu dituntut dan dikekang oleh Keluarga Young. Ayah dan Ibu selalu menjauhkanku dari tatapan orang lain . Mereka tak ingin aku berelasi dengan orang diluar sana. Suatu saat aku di hukum oleh kedua orang tuaku, karena berusaha kabur dari rumah. Aku tak mengerti! Aku ingin sekali berada di luar sana ! Meski aku tak pernah mengerti apa yang orang banyak katakan. Ya, ya, ya, kalimat itu yang selalu saja terdengung pada telingaku, dan selalu saja , dan begitu saja muncul dalam benakku, dan memaksaku untu berfikir sejenak. Suatu ketika aku mencoba keluar dari rumah dengan membawa sejumlah uang yang sengaja disediakan ayahku untu memenuhi keinginanku. Sekitar jam 23.45 malam , aku mencoba untu kabur dari rumah, untuk yang kedua kalinya. Aku merasa, aku ingin sekali hidup bebas seperti orang-orang yang berada diliuar sana, meski aku tak mengerti banyak hal .

Langkah demi langkah harus kucoba untuk hidup tanpa keluarga , untuk mencari kepastian hidup dan jauh dari kebimbangan yang selalu kulalui di dalam keluarga Young. Suatu ketika aku menatap bangunan yang kudapati banyak orang didalamnya melakukan hal hal aneh. Mereka menyebut bangunan -bangunan itu dengan barbagai macam istilah, ada yang menyebutnya Gereja, Masjid, Vihara, Pura, bahkan Klenteng.

Aku mencoba memasuki salah satu bangunan itu dan kudapati banyak orang melakukan ritual yang mereka sebut dengan”doa”. Aku mencoba untuk duduk di antara mereka. Tapi,aku merasa bimbang dengan perasaanku. Disisi lain,aku merasakan damai ketika mendengar doa-doa yang mereka ucapkan, dan disisi yang lain aku merasa muak karena aku tak mengerti, bahkan aku merasa bosan ketika mendengarnya. Mereka selalu mengucapkan hal-hal yang tak penting untuk dikatakan, dan harapan-harapan yang mereka ucapkan dalam doanya. Aku rasa itu alay.

Aku sudah berjanji dengan diriku sendiri untuk mencari kebenaran hidup, entah bagaimana caranya. Dengan moto hidupku yang seperti ini, aku mencoba untuk bertanya pada orang lain, terlebih untuk diriku sendiri.

Setelah orang-orang memanjatkan doa-doanya aku merasa lelah,lemah,dan wajahku pucat. Tapi, aku berusaha untuk bertahan dan bertanya pada salah satu orang yang melakukan ritual.Ia adalah seorang pemuda yang sederhana, dan ia adalah orang yang paling hikmat memanjatkan doa dibanding dengan yang lain, ia adalah Matthew Houten.

“Mat, bolehkan aku bertanya sesuatu?”

Dengan muka pucat dan wajah yang lelah aku berusaha bertanya.

Matthew Houten berusaha menjawab pertanyaanku dengan senyum manis diwajahnya. Ia menjawab “memang kamu mau bertanya apa??”

Aku pun bertanya “ Apakah kau mengenal dengan istilah agama? Doa? Dan apapun itu yang berhubungan dengan agama, maukah kau beritahuku?” dengan suara lirih aku bertanya pada Matthew.

Matthew pun menjawab, “Agama adalah hal yang ….”. Belum selesai Matthew menjelaskan , Bahkan belum satu kalimat yang diucapkan dari mulutnya, aku merasa bahwa aku tidak dapat dan tidak bisa mendengarkan perkataan yang Matthew ucapkan. Perutku tiba-tiba bengkak , dadaku sesak dan sulit untuk bernafas, dan warna kulitku yang putih berubah seketika menjadi kekuningan.

Aku tiba-tiba pingsan dan terbangun. Anehnya, ketika aku bangun ku dapati dunia ini putih bersih , seakan-akan hanya aku saja yang tinggal ditempat ini, dan tak ada seorangpun yang tampak.

Dalam keheningan ini aku merasa bahwa aku telah berada di alam lain, aku mengira bahwa aku sudah mati, dan tak hidup lagi. Keheningan terpecahkan ketika aku melihatsuatu cahaya yang terang, bahkan aku tak bisa melihatnya karena silau. Bagiku , ini seperti menatap matahari dalam jarak yang sangat dekat. Cahaya yang terang itu semakin lama semakin dekat denganku. Cahaya itu semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat,dan sekarang cahaya terang itu tepat di depanku.Yang kulakukan hanyalah menundukan kepala karena tak bisa menatap cahaya terang itu. Dalam seketika cahaya terang itu berubah menjadi wajah manusia yang sangat rupawan.Aku berusaha mengangkat kepalaku dan menatap orang itu.

Lalu aku bertanya “ Siapakah engkau?”

“Aku ialah Tuhan “ ia menjawab.

Aku berfikir sejenak, aku merasa seperti pernah mendengar kata Tuhan dalam telingaku. Dan aku teringat akan banyak orang yang melakukan ritual ritual untuk memanjatkan doanya, mereka sering menggunakan nama Tuhan dalam doa-doanya , dan mereka meminta kepada agar Tuhan mengabulkan keinginan dan harapannya.        Lalu aku bertanya “Tuhan, apakah kau mengerti apa itu agama??” Lalu Tuhan menjawab “Agama adalah hal yang membuat orang mengerti akan tata cara memberikan kasih terhadap sesama , bersyukur kepada Aku ( Tuhan) atas nafas yang telah kuberikan ,dan Meminta Pengharapan agar Menjadi Manusia yang terlahir Kembali dengan dosa-dosa yang telah kutebus.”

“ Haruskah Aku melakukannya”, sahutku. “ Jika engkau ingin hidupmu pasti, dan tak bimbang ikutlah denganku dengan agamamu.” ucapNya.

“ Tapi,,,bagaimana aku harus Menjelaskan Keberadaan agama yang sangat penting dalam keluarga Young. Mereka saja tak mengenal agama .”Ucapku dengan nada penuh harap.

Tapi, Tuhan tak menjawab pertanyaanku, Ia tiba-tiba menghilang dan berubah menjadi cahaya yang sangat terang, dan menjauh, hingga tak terlihat oleh kedua mataku.

Beberapa detik lemudian tubuhku terasa kaku dan bahkan aku tak merasakan apapun aku seperti mati rasa. Ternyata aku pingsan dan bangun di tempat yang berbeda. Aku merasa bahwa aku berada di rumah sakit, dan aku melihat adanya Debby Young ,Gregorius Young dan keluarga Young yang lain. Mereka sedang berada di luar ruangan ICU.

Aku berusaha menyapa mereka tetapi mereka tak menghiraukanku, dan aku rasa mereka tak tahu keberadaanku. Aku berusaha mendekati Gregorius Young, Ayahku. Aku berusaha menyapanya, “Ayah…Ayah..aku disini”. Tapi Ia tak menghiraukanku dan aku mencoba memegang tangan Debby Young, Ibuku. Tapi aku tak bias memegangnya bahkan aku tak bisa menyentuh tubuhnya. Aku penasaran mengapa aku seperti ini, dan aku penasaran kenapa raut wajah Ayah dan Ibu seperti orang yang khawatir akan sesuatu, aku melihat muka mereka pucat, dan cemas, dan yang mereka lakukan hanyalah menuggu di depan ruang ICU.

Aku menjadi semakin penasaran dan akhirnya aku memutuskan untuk membuka dan masuk ruang ICU. Tapi, aku tak bisa menyentuh gagang pintu. Anehnya, aku dapat menembus pintu itu tanpa halauan. Aku jadi semakin penasaran. Aku melihat di dalam ruang ICU ada laki-laki yang sedang duduk dan perempuan yang terbaring dengan keadaan kritis. Dan aku merasa seperti pernah melihat lelaki yang berda di dalam ruang ICU itu. Ya !!, Ia adalah Matthew Houten, aku tak tahu mengapa ia menemani gadis yang sedang koma disampingnya.   Matthew kelihatannya sedang berdoa, untuk mendoakan gadis yang koma itu. Aku merasa tertarik dan aku pergi mendekati dan menemui kedua orang itu. Aku mencoba melihat dengan seksama wanita yang sedang koma tersebut, dan wanita itu ialah Stephanie Young. Ya!!!!!! Itu aku .       Aneh, disisi lain aku berdiri dan tak tahu apapun, dan disisi lain aku melihat tubuhku sendiri sedang berbaring lemah dan koma . Sejak saat itu aku   sadar bahwa aku hanyalah arwah yang terpisah dari tubuhnya.   Lalu aku melihat ada seorang pemuda tampan masuk kedalam ruang ICU , Ia adalah dokter yang menanganiku , kulihat papan namanya yang bertuliskan Dr. Kenzo . Ia sedang memeriksa tubuhku, katanya keadaan tubuhku untuk saat ini sudah sangatlah kritis, bahkan aku sudah koma selama 22 hari dan kesempatan untuk hidup hanya 30%. Dokter tampan itu sudah angkat tangan untuk mengatasi penyakitku .   Ternyata, aku mengidap penyakit Thalasemia Mayor.Yang bisa kulakukan saat ini hanya menangis di antara hidup dan mati.

Kira kira sekarang sudah masuk bulan Desember , Yapp!! Sekarang sudah 1Desember 2008 . Aku teringat akan hari ulang tahunku yang tepat pada 25 Desember nanti.

Aku keluar dari ruang ICU dan berhenti menangis .                                                                 Ini baru pertama kalinya . Aku melihat tulisan-tulisan dan banyak spanduk bertuliskan “ SELAMAT HARI NATAL” Natal???kata ini yang membuatku bingung untuk yang kedua kalinya . Otakku sudah terlalu panas untuk memikirkan kata yang satu ini .Aku sudah cukup muak mencari arti dari agama.

Aku   mencoba keluar meninggalkan Rumah Sakit . Aku berjalan dalam kota-kota besar dan setelah lama aku berjalan, aku bertemu kembali dengan sebuah bangunan yang sangat besar dan disebut rumah ibadat. Rumah ibadat ini disebut dengan Gereja.Aku masuk kedalam rumah ibadat itu dan kudapati banyak spanduk-spanduk yang bertuliskan “SELAMAT HARI NATAL, TUHAN MEMBERKATI”.Aku teringat akan Tuhan yang memberitahuku tentang adanya agama, dan sekarang aku mengerti bahwa natal adalah ritual orang yang berada dirumah ibadat ini, mereka disebut Kristen.

Aku melihat orang-orang Kristen beribadah dengan sangat hikmat.Yap! Kristen!!!!! Gereja ini adalah Gereja Kristen Katolik, dan aku hanya berkata “I like it” dalam hati, aku sangat tertarik dengan agama ini dan aku ingin sekali keluarga Young menjadi pengikut agama ini.Apa daya, aku tak bisa memberitahu mereka.Ya ,ya, Stephanie Young, hanyalah arwah yang tidak jelas keberadaannya, dan kabur dari lingkup keluarga karena bosan.Kalimat itu yang selalu tergengung dalam telingaku.

Suatu ketika aku tertarik dengan istilah doa. Aku ingin sekali mencoba melakukannya, dan menceritakan keluh kesah, pikiran, dan harapanku padaTuhan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aku mencoba mengelilingi Gereja, dan berjalan keluar masuk Gereja seperti orang bodoh yang tak mempunyai tujuan hidup.

Beberapa menit kemudian , aku melihat sebuah patung yang bernama Hati Kudus Yesus . Yesus???? Itu kata apa lagi?? Aku Frustasi!!!!!!

Aku mencoba untuk mengerti arti kata “Yesus”.

Aku berusaha mencari arti nama itu dengan mengelilingi dan masuk ruangan-ruangan yang berada dalam Gereja tersebut.

Setelah berlama-lama aku mencari, ternyata usahaku berhasil. Aku menamukan sebuah buku yang sangat tebal yang terdapat banyak debu diatasnya. Aku membersihkan buku itu dengan kain putih, dan setelah aku membersihkannya, aku melihat sebuah nama buku tebal itu.Namanya “ALKITAB” aku mencoba untuk membukanya danku mendapat tulisan yang berbunyi “Yesus adalah Aku dan Aku adalah Tuhan” . Mulai saat itu aku mengerti dan paham bahwa Yesus adalah Tuhan , yang dapat mengabulkan segala keinginanku dan dapat mendengarkan keluh kesahku.

Aku mencoba untuk berlutut seperti orang katolik yang lain. Aku mencoba melipat kedua tanganku dan berdoa dibawah patung Hati Kudus Yesus.

“Tuhan, haruskah aku merasa bimbang setiap saat, dan mengapakah aku tak mempunyai agama? Aku ingin sekali seperti mereka yang berada di luar sana. Aku ingin mengajak keluarga Young untuk menjadi pengikut sejatimu. Tolong bantulah aku. Tuhan, andai aku hidup seperti sedia kala dan tak mempunyai penyakit seperti ini, yang telah membuatku koma dalam jangka waktu yang panjang, dan andai kata aku hidup seutuhnya, aku berjanji akan mengenal agama, mengajak keluarga Young kehadiratmu dan menjadi pengikut sejatimu….. “Belum selesai aku memanjatkan doa-doaku, aku melihat cahaya yang sangat terang dan menyilaukan bola mataku, cahaya terang ini pernahku temui di alam lain.

Cahaya putih terang itu keluar dari patung Hati Kudus Yesus dan berkata “Aku adalah Yesus”. Aku mencoba berkomunikasi dengan cahaya itu melalui aku bertanya “Bolehkah aku hidup untuk yang teakhir kalinya untuk mengenal agama, dan mengabarkan agama dalam keluarga Young. Lalu cahaya itu berkata “Silahkan, Aku tak pernah menghalangi orang yang mau beribadah pada-Ku. Jika engkau ingin mengikut Aku, Bangunlah engkau dari tidurmu dan buatlah sebuah karya sastra untuk meyakinkan keluargamu untuk datang pada-Ku .” Lalu cahaya putih itu berubah menjadi cahaya kuning yang membuatku tak bisa melihat karena begitu terangnya, aku merasa bahwa aku sudah tidak bisa melihat dengan mata normal lagi, dan mungkin aku sudah buta .

Dengan keadaanku yang tiba-tiba buta, aku melihat cahaya putih yang membuatku silau untuk yang ketiga kalinya. Cahaya putih itu berkata padaku “Bangunlah,bangunlah,bangunlah dari tidurmu. Bangunlah !!!”

Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang membangunkan aku, dan aku membuka mata.

“Apakah aku hidup?” kalimat itu yang terus ada dalam benakku ,aku mencoba untuk melihat benda-benda yang ada di sekitarku. Yap, ini rumah sakit.

Aku melihat banyak sekali alat medis yang menempel di tubuh ku. Aku mencoba memfokuskan mataku pada orang-orang di sekitar, aku melihat kedua orang tuaku bersama Dr.Kenzo, mereka histeris melihat keadaanku, terutama kedua orang tuaku, mereka menganggap aku sudah mati. Aku bingung kenapa orang tuaku tahu tentang keberadaanku padahal aku sudah kabur dalam jangka waktu yang cukup lama.

Lalu aku bertanya pada Matthew sambil berbisik “Kenapa keluarga Young bisa mengetahui keberadaanku di sini.”

“Maafkan aku , aku berusaha mencari alamatmu melalui kartu pelajar yang ada di dalam dompetmu, aku berusaha mencari mereka, agar mereka tidak mencemaskanmu. Maafkan aku karena aku sudah lancang untuk berbuat seperti ini” jawab Matthew dengan raut wajah bersalah

“ Terima kasih banyak Matt, kamu terlalu baik. Lalu mengapa kamu berada di sini?”

“ Aku ingin menemanimu “ sahut Matthew.

“Terima kasih, kamu baik sekali”.

“Oh ya, ngomong-ngomong kamu agama Katolik kan?”

“Iya , memang kenapa Step??”Tanya Matthew

“Aku ingin mempunyai agama , dan aku sudah putuskan untuk memilih agama Katolik sebagai pedoman hidupku ” Jawabku dengan senyum ceria.

“Baguslah, jika kamu sudah mempunyai pilihan untuk memilih agama. Lalu,bagaimana dengan keluarga Young,apakah mereka juga akan mempunyai agama sama sepertimu?” tanya Matthew.

“Aku pastikan mereka akan mempunyai agama”jawabku.

“Yap,semoga kepastianmu benar terjadi”

Melihat diriku sedang bercakap-cakap dengan Matthew, orang tuaku serta Dr.Kenzo mendatangiku. Mereka sungguh terkejut.

“Kau sudah sadar,nak” ucap Ayah.

“Sayang,kau telah kembali” ucap Ibu.

Lalu Ayah bertanya padaku.

“Mengapa kamu kabur dari rumah,ayah tahu kamu bosan di rumah.Tapi,setidaknya kamu memberi tahu orang tua.Ayah,mohon kamu kembali ke rumah dan tidak kabur lagi. Ayah dan Ibu akan lakukan apa saja asal kamu kembali ke rumah” pinta Ayah.

“Ayah ,hanya satu permintaanku , aku hanya ingin mempunyai agama.” Pintaku

“Apa!!!!! Kamu sudah gila???? Asal kamu tahu ,keluarga Young dari dulu sampai sekarang tak pernah mengenal dan mempunyai agama!!! Camkan kata-kataku!!” bentak Ayah.

“Ayah!!!! Tak bisakah kau kabulkan satu saja permintaanku!!!!! Aku hanya ingin mempunyai agama ,tidak lebih!!!!,” jawabku dengan raut wajah penuh emosi .

“Terserah apa mau mu!!” bentak ayah.

“Oh …… Lihat saja nanti aku akan membuat semua keluarga Young mempunyai agama , tepatnya Kristen!!!! Kristen Katolik!!!” bentakku.   Melihatku berkata seperti itu , ayah dan ibu hanya diam dan pergi meninggalkan ruang ICU. Matthew yang berada disebelahku berusaha menenagkan diriku yang terpancing emosi.

“Sudahlah, bersabarlah saja, Tuhan pasti punya rencana yang terbaik untuk hidupmu dan keluargamu.   Oh ya Step, memangnya, kamu mau melakukan apa untuk menyakinkan keluarga Young untuk memiliki agama???” Tanya Matthew.

“Aku akan membuat sebuah novel yang menceritakan tentang pengalamanku bertemu dengan sebuah cahaya yang menjadikanku ingin mempunyai agama”

Setelah sekian lama aku menulis novel tersebut , akhirnya aku selesai membuatnya. Novel ini belum selesai sepenuhnya, bahkan novel ini kutulis pada sebuah buku buram yang berisi 58 lembar dan dengan ciri khas tulisan tanganku yang sangatlah berantakan.

Aku keluar dari rumah sakit dan menjalani proses pemulihan . Aku berusaha bertahan hidup tanpa keluarga. Aku menyewa sebuah rumah untuk berteduh dan istirahat di malam hari, karena sangatlah mustahil bagiku untuk kembali ke rumah , dan keluarga Young pasti tidak akan menganggapku sebagai bagian dari keluarga. Novel yang sudah lama kutulis akhirnya selesai, dan sekarang aku ingin keluarga Young membacanya ,   dan aku ingin keluarga Young membaca tentang kisahku selama ini dan pertemuanku dengan Tuhan di alam lain saatku berada diantara hidup dan mati.

Aku keluar dari rumah sewaan dan pergi ke rumah asalku untuk memberikan novel yang sudah kutulis. Aku sengaja, tidak memberikan novel ini dalam bentuk soft file, tapi melalui buku san tulisan di dalamnya adalah tulisan tanganku sendiri. Aku mencari rumah asalku, dan aku menemukannya. Kutekan-tekan tombol bell rumah, dan akhirnya pintu rumah terbuka. Aku masuk ke dalam dan melihat ayah dan ibu sedang berbincang-bincang dan kelihatannya sangat serius. Lalu aku mendatangi mereka. Mereka terkejut melihat keberadaanku yang ada di depan mereka.

“Untuk apa kamu kemari?” Tanya ayah.

“Aku hanya ingin ayah dan keluarga Young membaca karyaku. Hanya ini permintaanku.” Jawabku.

“Oh… oke, Ayah akan baca” jawab Ayah.

Setelah sekian lama membaca, Ayah akhirnya selesai membaca buku yang berisi 22 lembar.

Sudah selesai membaca novel, tiba-tiba Ayah memelukku erat-erat, dan meminta maaf akan perlakuannya selama ini terhadapku. Ia berkata “Maafkan perbuatanku selama ini terhadapmu nak, Ayah tak tahu jika engkau melewati hari-hari yang sangat sulit. Ayah berjanji, Ayah dan keluarga Young akan mengenal agama. Sekali lagi, Maafkan Ayah nak.” Pinta Ayah.

Lalu Ibu berkata “Novelmu sangat bagus, bahkan hatiku tersentuh ketika membacanya. Stephanie, Ibu ingin kamu membuat novel ini menjadi terkenal, dan Ibu ingin orang-orang di luar sana yang tidak mengenal agama menjadi mempunyai agama.” Pinta Ibu.

“Makasih banyak bu.”

“Iya, sama-sama .” jawab Ibu.

Lalu aku kembali ke rumah sewaku dan aku melihat Matthew sedang menunggu di depan rumah. Aku menyuruhnya masuk dan aku menceritakan kejadian yang terjadi di rumah asalku. Mendengar kejadian itu, Matthew langsung memelukku erat-erat dan ia berkata “Selamat, kamu sukses, aku bangga sama kamu” kata Matthew.

“Terima kasih , Matt” ucapku

“Iya ,sama-sama”jawabku

“Oh ya, kapan kamu baptis??”Tanya Matthew

“Besok lusa” jawabku

“Wow, cepat sekali”   ucap Matthew

“ Iya ,aku sudah siap menjadi seorang Katolik” jawabku.

“Baguslah” sahut Matthew.

Tepat pada hari ulang tahunku yang ke 17 tahun pada 25 Desember 2008 , aku dan seluruh keluarga Young di baptis. Dan pada saat itulah , pada hari yang sama , dan pada 25 Desember   , aku dan seluruh keluarga Young merasakan meriahnya natal.

“ Selamat ya” ucap Matthew padaku

“Terima kasih banyak Matt, kamu banyak membantu.” Sahutku

5 bulan kemudian…………..

 

Terlahir kembali. Yap, itu adalah judul novel yang telah kubuat. Dan ,alhasil novel itu laris di pasaran dan menjadi terkenal, dan banyak orang yang tak mengenal agama menjadi mempunyai agama. Aku tahu bahwa ini semua karena Tuhan yang selalu menyertaiku. Sejak saat itu aku memutuskan untuk mejadi seorang penulis . Aku menjadi penulis bukan karena kekuatanku dan daya juangku sendiri , tetapi karena adanya Tuhan yang selalu menyertaiku , serta Matthew dan keluarga Young yang selalu mendukungku dan menjadi inspirasiku.

Kusenang bisa tertawa lebar dan tersenyum manis seperti ini . Mempunyai banyak teman , Matthew sebagai sahabat yang menemani suka dan duka ku, serta keluarga yang selalu mendukungku. Kusenang bisa memiliki agama ,dan aku senang dapat merasakan banyak perubahan yang terjadi di dalam keluargaYoung. Aku merasa sangat bahagia dapat terlahir kembali menjadi manusia yang baru dan mempunyai agama.

Jalan hidupku memang sangatlah rumit , bahkan aku tak tahu harus berkata seperti apa untuk   menjelaskan tentang jalan hidupku.   Jalan hidup ku untuk menjadi orang beriman sangatlah rumit dan sangat sangat aneh.   Yap!! Aneh dan rumit!!! Kalimat itu yang dapat mencerminkan diriku.

Mungkin, hanya satu kalimat yang dapat mewakili kisahku dan keluarga Young. Yap!!! Hanyalah satu kalimat yakni “ Terlahir Kembali” .

Dan inilah diriku, yang merasakan terlahir kembali menjadi manusia baru. Inilah kisahku, Stephanie Young.

Oleh: Priskila Kezia Angeline H.S

Sisiwi SMPK COR Jesu Malang

Tuliskan komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s